Thursday, 15 August 2013

Create Your Own Happiness


Bahagia? Apa itu bahagia? Setiap orang memiliki gagasan tersendiri mengenai bagaimana ia mencapai kebahagian. Ada yang bahagia jika naik pangkat, mendapatkan uang, belanja, jalan-jalan, makan enak, dan lain sebagainya. Bukan hanya materi, ada juga yang bahagia dengan situasi hati, cukup berada dengan orang yang kita sayangi, kita bisa merasa bahagia.

Terkadang tanpa kita sadari, diri kita terjebak dalam cara bahagia orang lain. Kita melihat mereka sepertinya bahagia, bersenang-senang dengan cara mereka. Saya pun sering terjebak dengan hal ini. Saya melihat gadis lain berbelanja, rasanya menyenangkan. Maka saya pun demikian, membeli baju-baju, tas, sepatu, berbagai asesoris, yang bahkan beberapa di antaranya tidak pernah saya kenakan. Membuang uang untuk hal yang sebenarnya tidak saya butuhkan. Tapi saat membeli (meskipun saya tau sebenarnya saya tidak butuh) saya merasa bersenang-senang, menghilangkan stress.

Ada juga teman saya yang bersenang-senang dengan minum-minuman keras. Suatu ketika saya pernah diajak minum. Saya melihat orang-orang yang minum minuman keras begitu menikmati, bersenang-senang. Saya pun mencoba (meski pun sebelumnya saya pernah minum minuman keras dan rasanya Yuck! Pahit!). Tapi saya tetap mencoba, berharap dapat bersenang-senang, menikmati minuman, sekaligus berharap rasanya tidak sepahit minuman keras yang biasa saya minum. Tapi namanya minuman keras, tetap saja pahit. Saya memaksakan diri menahan sensasi pahit di lidah saya berharap bisa menikmati minuman tersebut. Apa boleh dikata, saya mabuk! Padahal saya hanya meminum seperempat gelas. Kepala saya pusing dan saya berjalan sempoyongan. Saya sama sekali tidak menikmati, malah menanggung rasa takut (takut ketahuan papa saya). Saya berharap itu kali terakhir saya merasakan bagaimana 'mabuk'.

Setelah itu saya tersadar. Semua itu hanya kebahagiaan sesaat. Saat saya mengingat bagaimana saya membuang waktu saya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat yang saya anggap 'bersenang-senang', ada penyesalan. Ini bukan kebahagiaan, hanya kesenangan sesaat. Tapi, saat saya mengingat apa yang pernah saya lakukan yang bermanfaat bagi diri saya bahkan orang lain, saya merasa puas, tidak ada penyesalan. Kasih sayang, perhatian, bantuan, kejujuran, saat saya melakukan hal-hal baik, membuat saya tersenyum mengingatnya. Ini lah gagasan kebahagiaan saya.

Berapa banyak orang yang persepsinya terbelokkan oleh persepsi orang lain mengenai kebahagiaan. Padahal sesungguhnya bahagia ada pada diri kita sendiri. Kita sendiri yang menciptakan dan merasakan, bukan apa yang dirasakan dan dimiliki orang lain. Dari pengalaman-pengalaman itu lah kita akan menemukan apa sesungguhnya kebahagiaan. Don't look for happiness, but create your own happiness. Wisely.

No comments: