Tuesday, 27 November 2007

Ninety Niners, The Funky Funky Station!

Gak tanggung-tanggung nih. Selesai kunjungan dari Ardan FM, kita langsung menuju radio berikutnya yaitu 99ers. Kalau Ardan FM dengan slogan ”Stay Cool and Lovely”, 99ers yang punya statement point ”The funky Funky Station” ini, memiliki slogan ”Keep Funky, Be Yourself, No Matter What They Say” Stasiun radio yang satu ini bener-bener FUNKY banget. Sampai penyiarnya pun dijuluki ”Funky DJ”. Really full of "FUNKY", right?

Why ”FUNKY”?? Hal ini karena menurut 99ers kata ”FUNKY” itu sendiri adalah kata yang tidak bisa lepas dari dunia anak muda dan sangat melekat dengan 99ers Radio itu sendiri. Dan... Menurut 99ers, ”FUNKY” itu mengacu pada dare to be different, being yourself and out of the box! Hmm... Do you think so, guys??

Well, saking "FUNKY"nya, nama program-program acaranya pun mengandung kata ”FUNKY” seperti Funky Siapa Kamu, Funkyndo Request, Funky Break Funky Request, Funky Night Life, Funky Love, Funky Late Nite Show, Funky Weekend, Funky Indie 9, Funky Lenong HotStuff dan Funky2 lainnya. Really2 ”FUNKY” Station :D

Ardan FM, Stay Cool and Lovely

Setalah puas berpetualang di Jekardahhh selama 4 hari, pada hari ke-5 (tepatnya tanggal 16 November 2007), kita sudah berada di Bandung untuk melanjutkan kunjungan berikut. Seperti diketahui, Bandung merupakan surga bagi radio (selain batagor, siomay dan outlet). 

Radio pertama di kota kembang yang beruntung mendapat kunjungan kita adalah Radio Ardan FM yang berlokasi di Jl. Cipaganti No. 159 Bandung dengan gelombang siaran 105,9 FM tersebut. Kesan pertama saat menginjakkan kaki di markas Ardan adalah COOL...!!! Sesuai dengan slogannya ”Stay Cool and Lovely” Cool ya karena sejuk, cool ya karena keren! Nah lho!? Hehehe. Tempatnya sederhana, tapi begitu masuk ruang meetingnya, keren! Di atas ruang meeting, ada ruangan lagi. Dan ruang meetingnya sendiri punya kesan yang nyaman. 

Di sana kita dipandu sama Mas Dinar Permadi yang akrab disapa Dee selaku Program Director Ardan FM. Mas Dee ngasih materi ke kita seputar Ardan FM, mulai dari konsep Radio Ardan sebagai stasiun radio anak muda Bandung, fasilitas-fasilitas berupa music room, tempat biliyard, caravan (DJ's Show), mobil frontier dan moving stage yaitu mobil yang digunakan sebagai panggung dengan fasilitas perlengkapan audio dan alat musik (band), program-program unggulan, profil pendengar hingga identitas radio. Satu kata "WOW!!!" Gak kebayang kalo stasiun radio bisa punya program-program hingga konsep yang sedemikian keren. 

Di sini Bu Fanny juga gak mau ketinggalan kesempatan, ia meminta Mas Dee untuk mencontohkan closing radio Ardan FM dan membaca slogannya. Akhirnya Mas Dee pun memberikan contoh saat penyiar menyampaikan closing. Ternyata suaranya O.K.E B.G.T! Khas penyiar banget! Tidak hanya diberi informasi, kita juga diberi kesempatan melihat-lihat isi studio Ardan FM. Mulai dari ruang pengeditan lagu hingga ruang siaran. 

Bertepatan dengan waktu kunjungan kita ke ruang siaran (sekitar pukul 10 pagi) sedang berlangsung acara ‘Cipaganti’, salah satu morning show Ardan FM yang diadakan setiap hari mulai pukul 8 hingga 11 siang. Kita langsung diajak oleh Banyu dan Dudi, duo penyiar Ardan FM untuk ikut siaran. Henry dan Acha beruntung mendapat kesempatan on air. Kebetulan Acha juga memiliki pengalaman menjadi penyiar (Bukan Acha’nya Irwansyah lho) Hehehe. 

FYI, Acha juga pernah siaran di RRI Surabaya dan Petra Campus Radio lho. Jadi, suaranya memang enak didengar. Pengalaman Acha di dunia radio ini lah yang membuat siaran menjadi seru. Waktu itu Banyu sempat berkata bahwa Acha kelihatan dewasa meskipun baru semester tiga.  “Penuaan dini!” jawab Acha spontan disambut tawa mahasiswa lainnya yang memenuhi ruang siaran berukuran kira-kira 3x4 meter tersebut. 

Oh iya, kita juga sempat dikasih kesempatan buat request lagu lho. Awalnya pada bingung, tapi akhirnya semua kompak nge’request lagu “Umbrella”nya Rihanna. "ella...ella...ella...e...e...e..." Sssttt.. Ada sedikit bocoran nih! Ternyata penyiar cowoknya Ardan yang namanya Banyu digemari banget sama cewek-cewek UKP lho. Hihihi... Katanya ganteng. Jadi, cewek-cewek Surabaya yang jauh-jauh ke Bandung ini gak mau ngebuang kesempatan emas ini, mereka pada antri buat foto bareng ma Banyu. Ckckck. Berasa jadi artis ya, mas? ;p

Suara Pembaharuan

Setelah wara wiri di perusahaan televisi, iklan dan PR di Jakarta, kita juga berkunjung ke media cetak. Kali ini yang menjadi lokasi kunjungan adalah redaksi ”Suara Pembaharuan”. Letaknya di Jl. Dewi Sartika 136 D, Cawang, Jakarta. Saat datang, kita disambut hangat oleh Pak Zainuri selaku redaktur bahasa merangkap tanggung jawab percetakan. 

Di sana kita dibawa berkeliling mulai melihat-lihat ruang redaksi, ruang redaktur foto hingga ruang percetakan. Dan beruntungnya, saat kunjungan kita sedang berlangsung proses percetakan. Jadi, kita dapat melihat langsung dari dekat bagaimana proses percetakan. 

Ada beberapa staf yang khusus mengawasi percetakan, jadi kalau warna di cetakan tidak sesuai permintaan pemasang iklan, maka staf tersebut akan menyesuaikan. Kita juga mendapat koran yang fresh from the oven!Hehehe. Dan memang korannya masih "hangat", karena baru selesai dicetak. Kayak roti aja ya ;p 

Terakhir, kita diajak ke ruang meeting dan diberi materi seputar koran ”Suara Pembaharuan” oleh asisten redaktur pelaksananya, Pak Anselmus. Dan, ternyata ”Suara Pembaharuan” ini dulunya adalah koran ”Sinar Harapan” yang seperti diketahui pada masa orde baru pernah dibredel karena seringnya mengkritik pemerintah bahkan memuat RAPBN yang akan diumumkan Presiden Soeharto keesokan harinya (Jadi, masyarakat sudah tahu dulu sebelum diumumkan Soeharto). Cukup menarik :)

Mirage, The Miracle of Art

@ Mirage
Mungkin banyak juga yang belum tahu soal Mirage (Jujur aja saya juga baru pertama kali tahu ;p). Apa  yang muncul di benak kita jika mendengar kata "Mirage"??Khayalan??Fatamorgana?? Mirage yang ini mengubah khayalan-khayalan dan fatamorgana menjadi bentuk 2 dimensi bahkan 3 dimensi! WOW! 

Mirage sendiri adalah salah satu rumah produksi iklan yang sudah ternama di Jakarta. Saya sendiri gak tahu apa slogan dari Mirage, namun setelah tahu apa yang dikerjakan di Mirage, saya melihat Mirage sebagai the miracle of art. Kenapa? Karena di Mirage ide-ide, kreatifitas dapat diubah dalam bentuk yang menurut saya indah, unik dan sangat kreatif! Gak tanggung-tanggung, partner iklan Mirage merupakan perusahaan-perusahaan ternama tanah air seperti Orang Tua Grup, Unilever, Holcim, hingga Departemen Pajak dan Departemen Perhubungan. 

Jika pernah melihat di televisi iklan es krim yang ada SpongeBob melompat dalam coklat trus jadi es krim. Nah, itu dibuat oleh Mirage dengan membeli lisensi karakter SpongeBob langsung dari perusahaan pencipta karakter ini. Ada juga iklan TV Bravio yang banyak benang-benangnya berjatuhan, iklan tersebut jug dibuat oleh Mirage.

Di Mirage sendiri ada 14 ruang editing. Ruangan-ruangannya dibuat senyaman mungkin dengan pencahayaan yang minimalis (katanya biar gambar yang dihasilkan asli dan tidak bercampur dengan sinar dari luar gitu deh). Ada juga ruang master kontrolnya. Tapi yang paling terlihat "sibuk" yaitu di ruang grafis 2D dan 3D. Di sana orang-orang Mirage lagi sibuk ngerjain iklan, dan di sana juga hasil-hasil animasi ciptaan dalam bentuk 2D dan 3D dipamerin. Keren-keren lho! 

Oh ya, yang buat nyaman dan betah para karyawan di Mirage yakni fasilitas yang disediakan. Ada meja billiard, cafe, ruang tidur, bahkan spa! Hmm.. Pasti enak banget di tengah kesibukan, sumpek, capek, tapi bisa meluangkan waktu relax di kantor. Tiap ruangan di Mirage juga ’terkunci’, jadi yang boleh masuk cuma orang-orang yang berkepentingan (karyawan Mirage tentunya) yang memiliki ID card sebagai kunci.

SCTV, Satu Untuk Semua

    Jika berbicara mengenai pertelevisian tanah air, Surya Citra Televisi Indonesia atau akrab disebut SCTV tentu sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kiprahnya sebagai media pertelevisian nasional yang unggul di berbagai program acaranya baik itu tayangan berita, olahraga hingga sinetron sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, panitia SE Nasional 2007 memasukkan SCTV dalam daftar kunjungan SE Nasional kali ini. 

Pada kunjungan SE hari ke-3, rombongan UK Petra berkesempatan bertandang ke markas SCTV. Di sini awalnya kita disambut oleh PR SCTV Mbak Wida dan Mbak Ririe setelah itu, kita langsung diajak untuk melihat-lihat kantor SCTV. Dan tanpa basa-basi (soalnya uda pada ribut karena kelamaan nunggu) kita langsung diajak ke lantai 12 gedung SCTV di mana di lantai tersebut terdapat ruang sekretariat redaksi Liputan 6, meeting room, news studio control, make up and wardrobe room hingga redaksi pemberitaan dan sebagainya. 

Di lantai 12 ini juga merupakan studio dari program-program berita SCTV mulai dari Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang, Buser dan sebagainya. Kita diberi kesempatan untuk melihat-lihat lebih dekat isi studio pemberitaan ini. Bahkan ada beberapa teman saya yang beruntung mencoba menjadi presenter berita dadakan dan praktek langsung membaca berita dari auto-script. Lucunya lagi wajah mereka muncul di layar televisi kecil di studio, jadi serasa jadi penyiar beneran gitu. 

Dan untuk memuaskan diri di studio Liputan 6, mahasiswa-mahasiswa sempat berfoto ria dan bergaya ala news presenter (termasuk saya) ;p Setelah puas melihat-lihat studio berita SCTV dan mengetahui seperti apa alat-alat di ruang siaran, kita lantas diajak menuju ruang master control SCTV di lantai 7. Di ruang ini terlihat beberapa staf SCTV sedang mengawasi jalannya tayangan SCTV agar berjalan dengan lancar (tayangan sinetron tepat pada jamnya, waktu untuk iklan, de el el). Sayangnya kita hanya boleh mengambilkan gambar dari luar dan tidak diperbolehkan masuk. Tapi tidak dibayangkan jika kita diperbolehkan masuk dan menyentuh alat-alat kontrol di dalam, mungkin pemirsa SCTV di tanah air bisa melayangkan protes ;p 

Usai melihat ruang master kontrol, kita diajak ke lantai dasar dan mendengarkan sekilas penjelasan tentang SCTV oleh Mas Hariyanto selaku PR SCTV, Mas Yudi dari bagian planning (sampai kapan program akan berlangsung), dan Mas Lubi dari bagian scheduling (pengatur jam tayang program) serta mantan presenter Liputan 6, Mbak Nunung, yang saat ini di bidang administator keuangan. 

Nah, di sini saya akan berbagi sedikit cerita bagi yang gak tahu dari mana TV seperti SCTV mendapat keuntungan. Pemasukannya dari iklan-iklan. Kalau soal harga, biaya pemasangan iklan pada jeda acara yang ratingnya tinggi akan jauh lebih mahal. Jadi, setiap program di SCTV akan dilihat mana yang ratingnya paling tinggi atau paling banyak ditonton masyarakat. 

Rating diketahui dari lembaga rating di Indonesia yaitu AC Nielsen. Jika rating acara tersebut tinggi, artinya yang nonton pun banyak, maka, para pemasang iklan akan berebut memasang iklan pada jeda program tersebut. Tentu saja tidak murah bukan memasang iklan pada acara yang ratingnya tinggi. 

Lalu, bagaimana dengan sinetron?? Apakah diproduksi sendiri?? Nah... Untuk sinetron-sinetron, SCTV tidak memproduksi sendiri, melainkan membeli dari rumah-rumah produksi atau beken disebut PH (Production House) seperti Multivision Plus, MD Entertainment, Triwarsana, dan sebagainya. SCTV juga berhak untuk memutuskan jalannya sinetron di tengah-tengah jika ternyata ratingnya jelek dan sebagainya. Namun jika sinetron tersebut laris di pasaran, tidak menutup kemungkinan harga yang dibeli SCTV dari PH akan meningkat. 

Saat ini SCTV mengembangkan diri sebagai News ChannelNews Channel SCTV yang baru beroperasi sejak September 2007 baru dapat diakses melalui handphone dengan fasilitas 3G dari Telkomsel. SCTV juga saat ini bekerjasama dengan Worldnet menyediakan akses siaran SCTV di luar negeri via internet. So, buat yang tinggal di luar negeri dan tidak ingin ketinggalan berita dari negeri tercinta, dapat mengaksesnya. 

Tapi, dari kunjungan ini, yang membuat sedikit miris adalah pernyataan bahwa reality show di SCTV kebanyakan memang sengaja direkayasa untuk menarik minat penonton. Saat ditanya kenapa tidak dibuat nyata malah dijawab bahwa penonton lebih tertarik dengan rekayasa yang dibuat. Apa anda sebagai penonton setuju apabila reality show direkayasa?? Dan apa TV layak menyajikan rekayasa dalam reality show?? Well, back on your opinion.

Ogilvy

Bagi orang awam, mungkin masih banyak yang asing dengan nama perusahaan Ogilvy. Ogilvy sendiri adalah perusahaan Public Relations yang berasal dari New York. Selain di Amerika, Ogilvy juga melebarkan sayap ke Eropa, Afrika, Asia, Australia dan New Zeland. 

Ogilvy memegang beberapa bidang seperti Ogilvy Advertising yang mengurusi bidang periklanan, Ogilvy PR untuk marketing PR, Ogilvy Action untuk roadshow dan brand new. Yang mengagumkan dari perusahaan ini adalah orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang ’luar biasa’. 

Untuk bergabung dengan Ogilvy, seseorang harus memiliki sesuatu yang unik dan memiliki ide-ide brilliant dan selalu berorientasi untuk maju dan memperbaharui informasi setiap saat. Partner Ogilvy pun tergolong banyak dan ternama seperti Nokia, Ford, Dove, Mizone, Sariwangi, dan sebagainya. 

Ide-ide dari Ogilvy memang terbilang brilliant! Mulai dari kampanye Anti Kecolongan Mizone (kampanye pemulihan citra Mizone setelah isu Mizone dapat menyebabkan penyakit lupus), kampanye Real Beauty Dove (yang mengajak wanita Indonesia memancarkan kecantikan dari dalam dirinya), kampanye perlindungan orang utan bersama Nokia hingga kampanye Suami Siaga (Siap Antar Jaga) bagi istri yang sedang hamil. 

Target pasar dan penyampaian campaignnya pun benar-benar mengagumkan. Pendirinya, David Ogilvy memiliki semboyan yang unik ”The most local of the internationals. The most international of the locals”. Dari kunjungan ini, setelah mendapat gambaran pekerjaan Public Relations ini lah yang membuat saya tertarik dan yakin untuk memilih konsentrasi Coorporate Communication.

Dufan, Dunia Keajaiban dan Kegembiraan Keluarga!

Kunjungan hari ke-2 SE Nasional kita kali ini adalah Dufan. Lho, kunjungan ke Dufan?? Ngapain?? Di Dufan atau lengkapnya Dunia Fantasi ini, rombongan SE Nasional 2007 UK Petra mendapat ’ilmu’ dari PR Dufan mengenai pekerjaannya sebagai seorang PR yang menangani tempat hiburan keluarga Indonesia ini di tengah isu-isu yang menyebar di masyarakat. Beberapa isu seperti isu mengenai arena permainan baru di Dufan (Tornado) yang menelan korban jiwa. Menurutnya, memang ada orang meninggal di Dufan tapi bukan karena menaiki salah satu permainan, melainkan karena orang tersebut setiap berada di tempat yang ramai akan jatuh pingsan. Namun apesnya ia malah meninggal di Dufan.

Ada juga seorang ibu hamil tua yang ingin pergi ke Dufan, sampai-sampai ia melahirkan anaknya di Dufan dan diberinama Dufan. (Untung bukan di Ancol yah, kalau gak, namanya pasti Ancol kayak si manis jembatan Ancol deh --"). 

PR Dufan juga sempat menjelaskan seputar Dufan. Untuk diketahui, luas area Dufan sendiri adalah 552 ha! Dufan saat ini milik pemda DKI sejak tahun 1997. Dufan sendiri mulai beroperasi sebagai taman rekreasi keluarga sejak 29 Agustus 1985 (saya aja belum lahir) Konsep Dufan adalah "Fantasi Keliling Dunia". 

Setelah mendengarkan sharing dari PR-nya Dufan, selanjutnya kita mendapat kesempatan bermain sepuasnya di Dufan! Tak mau rugi, kita pun mulai berpencar mencari arena yang seru. Meksipun sempat diguyur hujan, tak menyurutkan semangat mahasiswa-mahasiswa tangguh ini ;p Saya sendiri mencoba beberapa permainan sepert kicir-kicir, halilintar, istana boneka bahkan tornado! Lumayan memacu adrenalin :|

Nonton Bareng Empat Mata di Studio Trans 7


security Trans TV ikutan nampang ^^

Agenda kunjungan pertama SE Nasional 2007 kita adalah menuju studio Trans TV. Sempat macet dan ditelpon terus sama staf Trans TV. Tiba di gedung Trans TV kita masih menyempatkan foto-foto di lobby dan melihat syuting Coffee Bean Shop. Pas itu ada artis gendut siapa gitu gak kenal sempat sok godain kedip-kedip ga jelas gitu (astaga, coba kalo artisnya cakep gak apa). 

Di sini agenda kita adalah nonton bareng Empaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat Mata! Yup, Empat Mata yang identik dengan Mr. Tukul Arwana. Pada waktu itu hanya record alias gak tayang secara live. Menurut kru Trans 7 sih tayangnya baru tanggal 16 atau 19 November 2007. Ternyata eh ternyata, tayangnya tuh uda tanggal 23 November. ”Masuk tipi...Masuk tipi...”gitu katanya Tukul. 

Baru tahu deh kalau syuting acara talk show tuh kayak gimana. Semangat dan keseruan penonton di studio tuh istilahnya harus "dibakar "dulu ama kru acaranya. Yah, berhubung waktu kunjungan semua semangatnya uda pada drop abis dikuras waktu shopping ke Mangga Dua, jadi kerasa kurang enjoy deh. Buat peserta cowok sih mungkin enjoy-enjoy aja, berhubung malam itu tema yang diangkat adalah ”Pergaulan Bebas”, bintang tamu yang diundang pun tidak biasa. Ada artis sexy Five Vi trus ada mantan VJ MTV, Arie K.Untung, penulis buku ’Jakarta Undercover’ Moamar Emka dan bintang tamu seorang ’lady companion’ bernama Nina

Kurang lebih ada 8 kali take dan setiap kali take, penonton diarahkan agar lebih bersemangat dan mengekspresikan kelucuan tanpa ja’im. Tapi ya mau gimana lagi semua uda pada lesu hingga ketawa pun kerasa capek! :( 

Dari rombongan UK Petra ini, ada yang unik dan menarik perhatian Tukul karena senyumannya! Siapa dia??? Ternyata orang itu seorang dosen pembimbing UK Petra. Tapi dosen pembimbingnya ada dua, Bu Fanny Lesmana dan Pak Gatut Priyowidodo. Sebab keduanya selalu tersenyum ramah dan manis (gula kaliii, manis). Nah loh! Lalu siapa!? Jawabannya, orang tersebut senang memberikan clue pertanyaan di perkuliahannya! Dan yang jawabannya benar, boleh pulang duluan. Clue’nya lima huruf, inisialnya G, belakangnya T, tengahnya A-T-U. Yup, Anda benar! Bole pulang duluan. Hihihi... 

Pak Gatut! Mengapa menarik??? Menurut Tukul, dari awal acara hingga pertengahan, Pak Gatut selalu tersenyum ceria :) Dosen kami memang ramah-ramah, kul! Lalu pada saat saya tanyakan ke Pak Gatut, beliau ternyata memang sering mengikuti acara Empat Mata setiap malam. Berbeda denga Bu Fanny yang bermimpi menyaksikan Oprah Show secara live dan bertemu Oprah! Ya, saya doakan ya, Bu. Hehehe... 

Well, acaranya cukup menarik. Banyak pengetahuan tentang pergaulan bebas di ibu kota. Agak tercengang tentang seks jaman sekarang ini yang seakan makin menjadi suatu kesenangan tersendiri. Seperti yang dituturkan Moamar Emka yang sering melalangbuana di dunia kotor ini untuk mencari inspirasi buku-buku karyanya. 

Menurutnya ada gaya-gaya baru dalam seks seperti ’helikopter’ dimana cewek digantung di atas dan cowoknya di bawah, ada juga ranjang elektrik 17 gaya (17 atau berapa gitu. Lupa pastinya berapa. Hehehe..), dan sebagainya. Ada juga klub bagi penggila seks dengan member seharga 50jt/tahun dan 5jt untuk sekali datang. Gosh!! 

Kisah lain lagi dari Nina, si lady companion yang terjun ke dunia gelap tersebut. Ia mengaku sudah punya pacar dan kerjaan sampingannya ini tidak diketahui oleh pacarnya! 

Usai nonton syuting recordnya Empat Mata, rombongan UKP diajak untuk nonton lagi Empat Mata yang tayang secara live pada pukul 21.30. Sayangnya, karena dorongan mata yang semakin sayu dan badan yang mendambakan kasur empuk, akhirnya rombongan SE UKP memutuskan untuk gak nonton lagi dan pulang ke hotel. 

Berhubung alat perekam maupun kamera dan handphone tidak diperkenankan ’hidup’ saat acara berlangsung. Jadi, gak ada foto yang bisa dilampirkan. Tapi bisa kok nonton langsung di web’nya Empat Mata file tanggal 23 November 2007. Btw saya banyak di shoot  lho! Karena punya tampang ala Luna Maya apa karena duduk menghalangi kamera kali ya!? LOL! :|

Goes To SE Nasional 2007

Tahun ini, giliran mahasiswa jurusan ilmu komunikasi Universitas Kristen Petra angkatan 2006 yang mengadakan SE Nasional 2007 ke Jakarta dan Bandung dari tanggal 11-18 November 2007. Pada SE Nasional kali ini, ada 2 dosen pembimbing yang mendampingi yakni Pak Gatut Priyowidodo dan Bu Fanny Lesmana. 

SE!? Apa sih SE itu??? SE itu merupakan singkatan Studi Ekskursi. Studi Ekskursi tahun ini cukup ‘nyantai’ bisa dikatakan studi sekaligus berwisata. Hampir setiap hari ada free time ke pusat-pusat perbelanjaan seperti di Mangga Dua, Taman Anggrek Mall, Kelapa Gading Mall, Paris Van Java Mall, Cipaganti Mall, dan sebagainya. Tapi yang utama bukan jalan-jalannya doang sih. 

Nah, berhubung jurusan ilmu komunikasi Universitas Kristen Petra dibagi menjadi empat konsentrasi (Public Relations, jurnalistik televisi, jurnalistik media cetak dan radio) jadi, tempat-tempat yang didatangi otomatis yang kental dengan pembagian jurusan tadi. 

Kunjungan studinya dibagi ke beberapa perusahaan-perusahaan media seperti Mirage (perusahaan periklanan), SCTV (televisi), Suara Pembaharuan (media cetak), Ogilvy (perusahaan PR), Dufan (kunjungan PR’nya Dufan sekaligus main-main di Dufan ;p), dan dua radio ternama di Bandung yaitu Ardan FM dan Ninety Niners. 

Sementara tempat menginap peserta SE Nasional kali ini saat di Jakarta adalah di The Batavia Hotel, sedangkan di Bandung di Hotel Sukajadi (dekat banget ama PVJ lho! ;p) 

Yang unik, mascot SE Nasional tahun ini adalah seekor bebek bernama DUSE alias Duck SE. Tampangnya sungguh menggemaskan! Bulat dan gendut! :D Setiap tempat yang dikunjungi rombongan SE Nasional 2007 akan mendapat piagam DUSE.

Tuesday, 6 November 2007

Lil devil first blog :)

Hi! Well, ini pengalaman pertama saya di dunia blogging (jujur, bingung mau nulis apa). Sebagai tulisan pertama, saya perkenalkan diri saya dulu. Nama lengkap saya Steviana Tan, tapi saya punya banyak banget panggilan (berasa teroris deh). Di rumah saya dipanggil "Vivi", "Ipi", "Bule" --" (bzzz), di sekolah dulu temen-temen manggil "Stevi", "Tepi", "Teph", "Setan" (tapi Setan bkn mahkluk gaib dari dunia lain lho, cuma singkatan dari nama dan marga saya. Hehehe^^).

Sekarang saya merupakan salah satu mahasiswa angkatan 2006 jurusan ilmu komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya. Soal hobi, saya hobi bermain basket, dengerin musik, jalan-jalan, shopping, dan membaca. Soal kesukaan, saya suka ngoleksi kaset lagu dan barang-barang yang iconnya Playboy alias si kelinci lucu (tapi gak koleksi cowok Playboy kok ;p). Hobi nonton MotoGP dan merupakan pendukung sejati Valentino Rossi.

Selain itu sejak duduk di bangku SMP saya merupakan penggemar klub sepak bola Itali yakni AC Milan dan sangat mengidolakan Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka'. Saya termasuk orang yang punya kepribadian Melankolis dan Sanguin. Sangat moody tapi easy going.

Dalam hidup saya punya prinsip selama masih mampu melakukan sesuatu, saya akan melakukannya hingga selesai. Kayaknya sekian dulu yah. Akan saya lanjutkan di tulisan saya berikutnya. Happy reading guys :)